Jumat, 21 November 2008

Angkot Ber- plat Hitam Gak Kapok- kapok

Dikota Jakarta yang semeraut ini dengan kemacetannya memang menjadi pemandangan yang biasa bagi kita-kita. Sepertinya image Jakarta yang macet tidak pernah lekang dimakan waktu. Apalagi adanya berbagai angkutan umum yang mengambil peran besar dalam menciptakan kemacetan ini. Tidak cukup dengan angkutan umum yang resmi, malah ditambah lagi dengan adanya kendaraan umum tidak resmi yang turut berpartisipasi sebagai angkutan umum ber-plat hitam.

Hal ini banyak saya temukan khususnya di daerah Jakarta barat yang notabenenya daerah yang sudah banyak angkutan umumnya, tepatnya di terminal Kalideres. Tak heran adanya angkot ber-plat hitam ini banyak menuai protes dari kalangan sopir-sopir angkutan umum lain (resmi), terutama angkot ber-plat kuning. Mereka pun kerap melakukan demo agar angkot ber-plat hitam itu ditiadakan. Sesekali memang ada aparat keamanan yang melakukan pemeriksaan dan merazia angkot plat hitam yang lewat dan hasilnya memang angkot-angkot tersebut berkurang bahkan tak terlihat, meskipun ada beberapa yang masih nekat. Namun hanya selang beberapa hari setelah demonya mereda, angkot-angkot ber-plat hitam ini mulai beroperasi lagi dan makin hari malah makin banyak, seakan-akan tidak peduli dan tidak terima adanya larangan beroperasi tersebut. Tentu ini membuat aparat keamanan menjadi kewalahan untuk mengurangi angkutan umum ilegal tersebut.

Namun jika dilihat dari segi kemanusiaan, memang para sopir-sopir angkutan ber-plat hitam ini hanya ingin mencari uang untuk menafkahi keluarganya, lagipula pada kenyataannya angkot ber-plat hitam ini cukup digandrungi oleh masyarakat. Disamping mobilnya yang lebih besar jadi tempat duduknya cukup lega, warna mobilnya pun bermacam-macam yang kebanyakan berwarna gelap, seperti biru tua, merah tua, abu-abu dan hitam. Tentu saja, kalau warnanya mentereng bakal lebih menarik perhatian yang membahayakan. Apalagi, dapat diakui tarifnya pun lebih murah dibandingkan angkot yang resmi, dengan rute yang jauh yaitu Pesing – Cengkareng – Kalideres – Tangerang hanya dipatok Rp.3000/ orang, itupun setelah kenaikan BBM. Maka bagi penumpang tujuan Pesing – Tangerang tak perlu lagi menyambung angkot dua kali. Bahkan tadinya angkot-angkot tersebut sebenarnya beroperasi sampai ke kota, namun sekarang sepertinya tidak diperbolehkan lagi karena bermasalah dengan angkot ber-plat kuning. Kelebihan lain, angkot plat hitam ini cenderung tidak terlalu lama menunggui penumpang, alias nge-tem yang merupakan kebiasaan dari angkutan-angkutan umum di Jakarta, karena mereka harus mengalah pada angkot-angkot resmi yang lain.

Tetapi disisi lain, dari segi keamanannya angkot plat hitam ini kurang baik untuk dinaiki, karena bisa-bisa penumpang ikut kena demo ditengah jalan dan penumpang sendiri yang dirugikan. Pernah sesekali, tiba-tiba angkot diberhentikan dan para penumpang dipaksa turun oleh sekelompok orang, tepatnya lebih mirip sekelompok preman. Akhirnya para penumpang mau tidak mau turun dengan tetap membayar ongkos, meskipun belum sampai tempat tujuannya. Memang hal tersebut tidak selalu terjadi, tetapi yang namanya kesialan siapa yang tahu. Maka dari itu, ada banyak juga penumpang yang lebih memilih atau beralih kembali ke angkot yang resmi, karena lebih aman dan di jamin sampai ketempat tujuan.

Bagaimanapun menurut saya, angkutan-angkutan umum ber-plat hitam ini perlu ditanggapi dengan serius oleh pemerintah dan aparat kepolisian setempat seharusnya lebih tegas lagi. Karena jika tidak, ini hanya akan menambah jumlah kendaraan yang memperparah kemacetan dan ketidakteraturan lalu lintas di kota Jakarta, belum lagi dapat mengganggu keamanan dan kenyamanan masyarakat setempat.(Veny)

Inilah beberapa gambar angkot ber-plat hitam yang saya ambil disekitar jalan Daan Mogot.
Angkotnya jika tampak dari dalam.
Inilah kebiasaan sopir-sopir angkot yang bisa bikin macet.

Jadinya bersaing seperti ini.

photos by: Veny

Kamis, 20 November 2008

LIngkUNgan HyperMARt ....

Hypermart adalah pasar swalayan yang menyediakan kebutuhan hidup sehari-hari. Dari barang-barang elektronik, makanan ringan, peralatan mandi, peralatan masak, obat-obatan, produk kecantikan, peralatan kebersihan, handuk, dll. Saya datang ke Hypermart Gajah mada Plaza dan mengadakan penelitian lapangan. Dari penelitian yang saya lakukan, saya mengetahui bahwa dari sekian banyak karyawan yang bekerja di Hypermart, banyak yang bukan merupakan karyawan yang direkrut langsung oleh Hypermart. Sering kita jumpai SPG di Hypermart, misalnya SPG Ponds, SPG U-C 1000, SPG Revlon mereka adalah SPG yang ditempatkan di Hypermart oleh perusahaannya masing-masing, bukan Hypermart yang mempekerjakan mereka. SPG-SPG ini jugalah yang merapikan produk-produk dagangannya sendiri, mereka yang membawa dan mendisplay produk-produknya dari gudang Hypermart ke dalam rak-rak.

Karyawan yang bekerja di Hypermart harus masuk melewati pintu karyawan. Mereka menaruh tas-tas di loker-loker yang tidak berkunci jadi mereka membawa Hp, dompet, barang –barang berharga atau barang-barang yang dibutuhkan selama bekerja untuk menghidari adanya pencurian. Hypermart menyediakan kantin untuk karyawan-kayawan yang bekerja di Hypermart. Karyawan Hypermart bekerja selama delapan jam dan mendapat istirahat satu jam, shift pertama dari jam sepuluh sampai jam enam, shift kedua dari jam dua sampai jam sepuluh. Selama waktu bekerja, mereka tidak boleh keluar dari lingkungan Hypermart. Bahkan saat istirahat mereka beristirahat di ruang loker dan kantin. Ruang istrahat mereka sangat kecil, sempit dan terletak di basement sehingga saluran udaranya tidak terlalu baik. Sewaktu mereka masuk ruang istirahat akan ada satpam yang memeriksa badan mereka jikalau mereka membawa barang-barang Hypermart. Saya melihat adanya brosur Carefour yang di pajang di papan info Hypermart, menandakan Carefour dan Hypermart sangat bersaing soal harga.

Kesalahan-kesalahan Hypermart:

  1. Ada 2 harga yang berbeda, untuk jenis-jenis barang yang berbeda pula, tapi yang mudah terlihat dengan jelas hanya 1 harga dan celakanya harga itu adalah harga yang lebih murah.
  2. Peletakan barang antara jenis barang yang murah dan barang yang mahal, di campur aduk jadi satu. Seharusnya barang yang beda harganya, dibuat dua informasi harga yg keduanya terlihat, dan secara fisik barang juga diletakkan di tempat yang berbeda.

Dari kesalahan-kesalahan yang Hypermart buat, banyak komplain yang keluar dari mulut customer Hypermart. Tetapi banyak juga customer yang puas akan pelayanan Hypermart. (Febby)














photos by: Febby

Senin, 10 November 2008

Hatyai is The Buddhist City

Tak diragukan lagi Thailand telah menjadi Negara yang populer di kalangan wisatawan sebagai tempat wisata. Keindahan pantainya dan tempat perbelanjaan yang murah menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan mancanegara. Salah satu kota yang seringkali dikunjungi oleh para wisatawan adalah Hatyai.

Hatyai adalah salah satu kota di Thailand yang menjadi tempat favorit bagi para wisatawan. Pasar – pasar tradisional yang menyediakan berbagai macam barang, mulai dari pakaian, tas, sepatu hingga makanan selalu ramai dipadati oleh wisatawan yang ingin berbelanja. Namun satu hal yang menjadi ciri khas kota Hatyai adalah kuil – kuil Budha yang terdapat di tengah dan pinggiran kota. Sleeping Budha, Standing Budha dan Kuil Dewi Kwan Im merupakan tempat – tempat yang sering dikunjungi baik oleh masyarakat Thailand sendiri maupun oleh wisatawan asing. Masyarakat Thailand yang mayoritas memeluk agama Budha, rutin mengunjungi kuil untuk sembahyang.

Sleeping Budha yang terletak di tengah kota, sangat memukau dengan patung Budha yang sangat besar dan panjang serta dilapisi emas. Panas terik yang menyegat tidak menghalangi para wisatawan untuk berfoto sekaligus berdoa.

Sedangkan Standing Budha dan kuil Dewi Kwan Im yang berada di bukit, memberikan pemandangan yang indah ditambah dengan kesejukan alam. Suasana yang hening dan tenang menambah kekyusukan tempat tersebut. Selain itu, juga terdapat patung – patung lainnya yang berhubungan dengan keyakinan agama Budha.

Intinya Hatyai memang kota yang mempunyai keunikan tersendiri. Selain memiliki tempat – tempat yang memberikan hiburan, di sisi lain Hatyai juga memiliki nilai religious yang sangat kuat. (Friska)















photos by: Friska (agustus 2008)