Jumat, 09 Januari 2009

SAM POO KONG


Siapa yang tidak kenal dengan kota Semarang? Salah satu kota di Indonesia yang mempunyai daya tarik yang besar bagi para wisatawan , baik dari dalam maupun luar Indonesia. Bagi anda yang berkesempatan untuk singgah di kota Semarang, silahkan meluangkan waktu anda untuk mengunjungi salah satu bangunan bersejarah di kota Semarang.
Sam Poo Kong, adalah sebuah bangunan klenteng yang terletak di kawasan Gedong Batu. Klenteng ini merupakan bangunan yang khusus dibangun untuk mengenang seorang pelaut yang bernama Zheng He. Zheng He adalah seorang pelaut keturunan Cina yang beragama Islam. Konon Klenteng Sam Poo Kong adalah sebuah bangunan berbentuk mesjid dan goa.
Klenteng Sam Poo Kong memiliki design arsitektur yang indah dan menarik, sehingga banyak wisatawan yang datang dengan berbagai tujuan. Para pengunjung yang datang berasal dari berbagai jenis kepercayaan, ada yang berasal dari agama Muslim maupun yang merupakan non muslim.
Para pengunjung yang datang biasanya ingin bersembahyang dan berharap agar semua permohonan mereka dapat terkabul. Biasanya mereka rela menginap hanya dengan beralaskan tikar saja. Namun ada juga pengunjung yang datang hanya untuk melihat keindahan dan keunikan dari bangunan klenteng tersebut.
Bagi yang ingin bersembahyang dan melakukan permohonan dapat membeli hio dan minyak yang digunakan untuk sembahyang, selain itu mereka juga dapat mencantumkan nama mereka dan memberikannya kepada para pengurus klenteng atau biasa disebut sebagai juru kunci untuk didoakan.
Laksamana Zheng He sendiri sudah meninggal pada tahun 1436. Banyak berita simpang siur mengenai penyebab kematian sang Laksamana. Ada berita yang menyebutkan bahwa beliau meninggal ketika melakukan pelayaran dan kapalnya tenggelam. Hal tersebut dikuatkan dengan bukti penemuan jangkar kapal yang sekarang disimpan di dalam klenteng, namun keaslian jangkar kapal tersebut masih diragukan. Berita lain menyebutkan bahwa beliau meninggal karena dibunuh, namun berita ini juga belum dapat dibuktikan kebenarannya.(Rosita)







Sabtu, 03 Januari 2009

The Wednesday Letters



Bentuk novel yang berbeda dari bentuk buku atau novel pada umumnya membuat novel The Wednesday Letters sangat menarik minat para pecinta novel. Novel berbentuk amplop ini ditulis oleh Jason F. Wright pada tahun 2007. Edisi dalam bahasa Indonesia sendiri baru ada pada akhir 2008. The Wednesday Letters merupakan salah satu novel dalam daftar The New York Times Bestsellers.

Novel ini bercerita tentang suami-istri Jack dan Laurel Cooper. Selama 39 tahun pernikahan mereka, Jack selalu menulis surat untuk istrinya pada hari rabu di setiap minggunya. Ketiga anak mereka, Matthew, Samantha dan Malcolm sama sekali tidak pernah mengetahui kebiasaan ayah mereka untuk menulis surat sampai kedua orang tua mereka ditemukan meninggal dalam damai di kamar tidurnya. Mereka menemuka surat-surat hari rabu tersebut dan mulai membacanya satu per satu. Banyak rahasia yang mereka temukan dalam surat-surat tersebut. Dalam surat-surat tersebut juga ditemukan kenyataan yang akan mengubah hidup mereka bertiga selamanya.
The Wednesday Letters memiliki alur cerita yang ringan dengan akhir cerita tidak terduga yang membuat para pembacanya sulit untuk berhenti membaca hingga novel tersebut habis. (Yohana)

photos by: Yohana

Selasa, 23 Desember 2008

SAnTA ClaUs is cOMinG to ToWN


You better watch out, You better not cry
You better not pout, I’m telling you why
Santa Claus is comin’ to town
Santa Claus is comin’ to town
Santa Claus is comin’ to town

Dalam waktu dekat, umat Kristiani di seluruh dunia akan merayakan hari Natal pada tanggal 25 Desember. Kemeriahan suasana Natal sudah dapat kita rasakan mulai dari sekarang. Pohon – pohon natal sudah terpasang dimana-mana, lampu- lampu berkilauan memancarkan sinar yang memukau. Lagu – lagu bernuansa natal juga sudah terdengar, hampir di setiap tempat.
Di Jakarta, kemeriahan suasana natal tersebut dapat kita lihat di berbagai pusat perbelanjaan (mall), yang memiliki keunikan masing-masing. Mulai dari pohon natal yang sangat tinggi dan tersusun dari berbagai macam kue, sampai winter wonderland yang menawarkan suasana natal dalam konsep white Christmas yang tidak dapat kita rasakan disini. Semua suasana natal itu sangat menarik minat setiap orang untuk melihatnya.
Semoga kemeriahan Natal tahun ini tidak hanya enak dipandang mata, tetapi juga memberikan damai di setiap hati kita.

Christmas time, time to share our love
Come and join, the tiding’s to the world
Christmas time, the best time of the year
Yes It’s Christmas Time (Friska)









photos by: Veny

Minggu, 21 Desember 2008

Minimarket Murah Lebih Diincar..


Ditengah ketatnya persaingan pemain retail seperti minimarket Alfamart dan Indomaret, telah menunjukan bisnis retail modern di Indonesia semakin menjanjikan. Seperti yang kita ketahui, kedua minimarket ini berlomba-lomba melakukan penetrasi sampai ke daerah-daerah pelosok Indonesia yang potensial. Bahkan, tak jarang mereka membuka gerainya di area yang sama dengan jarak yang sangat berdekatan. Keadaan yang demikian, membuat keduanya gencar melakukan promosi untuk menarik pelanggannya. Namun ternyata kompetisi ini tidak hanya dimainkan oleh keduanya, pemain lain yang seharusnya juga diperhitungkan oleh Alfamart dan Indomaret adalah minimarket yang merupakan usaha milik perseorangan atau disebut minimarket mandiri. Perkembangan pasar modern yang sedikit demi sedikit menggusur pedagang tradisional, membuat para pemilik toko tradisional beralih ke toko modern, yakni minimarket.

Seperti yang saya temui di sebuah daerah pinggiran kota, terdapat dua minimarket mandiri, padahal tidak jauh dari situ di area yang sama sudah ada dua gerai Alfamart dan satu gerai Indomaret yang hanya beda komplek saja. Saya memasuki salah satu minimarket mandiri bernama Benymart, yang mungkin menggunakan nama pemiliknya sendiri. Minimarket ini selalu terlihat ramai, banyak warga setempat yang berbelanja disana. Ternyata memang harga produk yang ditawarkan jauh lebih murah dibandingkan Alfamart dan Indomaret minimarket yang notabenenya sebagai market leader itu, terutama untuk produk susu dan bahan makanan lainnya. Tentu saja faktor harga murah membuat orang lebih memilih berbelanja disini, terutama bagi kalangan menengah kebawah dan mengingat kebanyakan orang Indonesia yang masih price sensitive. Dari segi kelengkapan barang pun tidak kalah dengan minimarket biasanya dengan kapasitas ruangan yang lumayan.

Namun di sisi lain, dari segi tata letak dan susunan barang pada rak kurang begitu rapi. Kebanyakan label harga juga hanya ditempel dengan kertas yang ditulis dengan sepidol. Harga yang lebih murah memang menjadi kelebihan dari minimarket mandiri ini. Hal ini mungkin dikarenakan barang langsung dibeli dipusat grosir atau para prinsipal, selain itu karena kepemilikan atau usaha sendiri maka tidak perlu adanya royalty fee dan semacamnya yang diperlukan untuk minimarket dengan sistem waralaba (franchise) seperti Alfamart dan Indomaret. Sehingga keuntungan yang diperoleh langsung masuk ke kantong pemiliknya. Harga yang murah memang menggiurkan ,tetapi bagaimanapun kualitas barang di minimarket mandiri perlu dipertanyakan dan wajar saja jika pelayanannya juga kurang memuaskan. (Veny)
Berikut adalah gambar salah satu minimarket mandiri yang berada di daerah Poris

photos by: Veny

Rabu, 10 Desember 2008

BROSUR (apakah sudah benar??)

Brosur adalah salah satu alat advertising yang banyak digunakan untuk menyebarkan suatu informasi. Oleh karena itu disetiap kita melangkahkan kaki kita keluar rumah, pasti ada saja brosur yang dibagikan kepada kita. Baik kita jalan di mal, halte bus, pusat perbelanjaan, restoran dan banyak tempat lainnya. Tidak sedikit dari brosur yang kita terima memiliki bahasa yang aneh, penulisan yang salah, komposisi yang tidak sesuai, warna yang bertabrakan, dll.


Brosur 1 memiliki penulisan bahasa inggris yang salah.

Discon – Discount

Apartement – Apartment

Profesional – Professional

Masage – Massage

Waitening – Whitening

Bleacing – Bleaching

Penulisan Bahasa Inggris ini adalah penulisan bahasa inggris yang di Indonesiakan. Banyak kesalahan yang terjadi dan sangat salah.




Brosur 2 tidak memiliki penulisan yang salah tetapi kesan yang diberikan lewat tulisan dan gambar yang ditampilkan sangat berorientasi ke hal-hal yang berbau sensual. Tulisan yang berbunyi ”... rasakanlah kenikmatannya” dan gambar seorang pria telanjang dada, bertubuh kekar dan pencahayaan yang remang-remang memberikan kesan yang eksotis dan berbau sex.


Oleh karena itu bacalah dan perhatikan baik-baik brosur yang anda terima. Apakah brosur itu menarik dan jadikan informasi yang berguna sekarang ataupun suatu saat nanti. (Febby)


photos by: Febby