Rabu, 29 Oktober 2008

HARI GINI MASIH KENA TIPU??!!



Krisis ekonomi rasanya tiada pernah habisnya melanda Indonesia. Kehidupan yang begitu sulit terutama di kota Jakarta ini mendorong munculnya masalah tindak kejahatan, salah satunya yaitu penipuan. Berbagai macam praktek penipuan pun kerap terjadi, dari yang kecil sampai yang besar, dari yang biasa sampai yang tidak biasa. Dapat dikatakan orang indonesia semakin menjadi kreatif dengan cara yang negatif demi memenuhi kelangsungan hidupnya. Disini kami ingin memberikan cerita nyata yang pernah kami temui di lingkungan sekitar kami.



Tepatnya di suatu komplek rukan, pada waktu pagi menjelang siang, ada seorang wanita separuh baya sedang mendatangi setiap rumah komplek tersebut. Wanita itu mengaku sebagai istri dari seorang penjual eskrim bersepeda motor yang biasanya berkeliling di komplek menjajakan eskrimnya. Memang hampir semua penghuni rumah mengenal si penjual eskrim karena hampir tidak pernah absen melewati komplek dengan bunyi bel nya yang khas. Wanita tersebut ternyata datang untuk meminta sumbangan dengan alasan suaminya si penjual eskrim itu mengalami kecelakaan sehingga butuh biaya untuk perawatan di rumah sakit. Tentu saja banyak penghuni rumah merasa iba dan memberikan sumbangan. Tidak berapa lama kemudian setelah wanita itu pergi, terdengar suara bel si penjual eskrim. Sontak para penghuni rumah yang telah memberikan sumbangan langsung hendak melihat dan memanggil penjual itu. Ternyata penjual eskrim itu baik-baik saja, dan dia tidak tahu menahu tentang wanita itu. Alhasil penjual eskrim itu menjadi marah dan memaki-maki wanita tadi di depan orang-orang.



Penipuan bukan hanya terjadi secara langsung seperti cerita diatas. Banyak juga penipuan melalui komunikator, seperti telepon dan handphone. Meskipun sekarang ini penipuan semacam itu sudah jarang terjadi, namun baru-baru ini saya mendengar ada seorang pegawai kecil yang menjadi korban penipuan lewat sms. Kurang lebih pesan yang diterima itu menyatakan bahwa pemilik nomor telah memenangkan sejumlah uang dan dapat diterima dengan syarat mengirimkan pulsa sebesar 500.000 ke nomor sekian-sekian. Bodohnya, pekerja tersebut percaya akan pesan tersebut sampai-sampai ia berhutang pada kios voucher dekat tempat kerjanya, dengan jaminan HP dan atasannya dapat meminjamkan uang kepadanya. Pejual kios itu pun akhirnya mau-mau saja. Alhasil atasannya pun dilibatkan karena si pemilik kios menuntut ganti rugi.



Diluar dari pada itu, ada juga bentuk penipuan yang lebih halus, bahkan dilakukan oleh suatu organisasi. Apakah anda pernah ditelepon dengan iming-iming mendapatkan hadiah undian atau sejenisnya. Lalu anda diminta datang langsung ke kantornya untuk mengambil hadiah. Ya, ternyata itu adalah cara licik dari salesman yang biasanya dari produk atau organisasi yang entah dari mana. Ini adalah gaya hard selling mereka, dimana anda akan diserang oleh kata-kata manis, ekspresi yang berlebihan dan bujukan-bujukan untuk membeli produknya. Kami sebut penipuan ini sebagai penipuan terselubung. (Veny)


photos by: Veny


2 komentar:

Froi Theodore mengatakan...

Jakarta oh Jakarta..
J.A.K.A.R.T.A -> Jambret Ada, Koruptor Ada, Rampok Tentu Ada :D

it's time for our corner mengatakan...

pas banget tuh ya singkatan na hahaha